fbpx SMP Brawijaya Smart School » Student Exchange 2019 to Japan
Slider
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
14/09/2019 - Ervan Dwi Yuliaristiawan, S.Pd.Gr. - Berita

Student exchange adalah program tahunan yang diselenggaran di SMP BSS. Program ini merupakan program pertukaran pelajar dengan tujuan untuk mengenal budaya negara lain. Student Exchange 2019 to Japan merupakan tahun kedua SMP BSS bekerja sama dengan IIMS (International of Multicultural Studies). Student Exchange 2019 to Japan dilaksanakan pada tanggal 4 – 10 September 2019. Jumlah peserta Student Exchange sebanyak 16 siswa dengan komposisi 8 siswa SD dan 8 siswa SMP. Para siswa peserta Student Exchange 2019 to Japan didampingi oleh Bapak Muchamad Arif, S.Si., M.Pd. sebagai kepala SMP Brawijaya Smart School, Bapak Ervan Dwi Yuliaristiawan, S.Pd.Gr. Bapak Agus Budi Utomo, S.Pd. dan Ibu Laras Puriastiti, S.Pd.

Siswa peserta Student Exchange 2019 to Japan merupakan siswa pilihan yang diseleksi dari 40 siswa yang mendaftar program tersebut. Proses seleksi berlangsung dalam 2 tahap yaitu tulis dan wawancara. Siswa yang lolos tes dan terpilih sebagai peserta Student Exchange 2019 to Japan, diberikan kursus pembekalan bahasa serta budaya Jepang selama kurang lebih 1,5 bulan oleh lembaga bimbingan belajar bahasa Jepang, Naoyuki . Kursus pembekalan ini diberikan agar siswa peserta  mempunyai pengetahuan tentang Negara Jepang sebelum berangkat ke negara tersebut.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama 5 hari di Jepang sangat seru dan beragam. Hari pertama rombongan SD&SMP Brawijaya Smart School tiba di Bandara Haneda Tokyo Jepang dan dijemput oleh staff IIMS yang ada di sana, yaitu Kak  Juri Tamura, Kak Pidi, Kak Gilang (Ryo Ishikawa), Kak Kurnia (Nozomi Imazeki), dan Kak Lestari (Minori Sekizawa). Rombongan pun diajak menjelajah Bandara Haneda oleh staff. Di lantai atas Bandara Haneda terdapat pertokoan khas Jepang, selain itu terdapat Haneda Nihombashi yaitu bangunan yang berbentuk jembatan tradisional Jepang dan rooftop untuk melihat lalu lalang pesawat secara langsung. Perjalananpun dilanjutan ke pasar ikan Tsukijii di Tokyo. Di pasar ini rombongan diajak melihat bagaimana kondisi pasar ikan tradisional yang ada di Jepang. Disini pun rombongan bisa membeli oleh-oleh khas Jepang karena selain toko yang menjual ikan dan sayur, juga banyak toko souvenir. Perjalanan dilanjutkan menuju kuil persembahyangan orang Jepang yang berada dekat dengan pasar ikan Tsukijii. Rombongan dapat melihat aktivitas ibadah pagi yang dilakukan orang Jepang di kuil persembahyangan sebelum berangkat bekerja maupun bersekolah. Setelah dari Tsukiji rombongan melakukan kunjungan ke Skytree Tower. Tower ini memiliki tinggi 634 meter. Tower ini memang sengaja dibangun sebagai tower broadcasting tertinggi di Jepang. Dari kejauhan kita bisa mengagumi bangunan megah yang dibuka pada tanggal 29 Februari tahun 2012 ini. Tower dengan tinggi 634 meter, Tokyo Skytree terbagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah lantai dasar, Tokyo Skytree Tembo Deck, Tembo Galleria, dan Sorakara Point.

Siang harinya tibalah rombangan di tempat singgah, yaitu Villa Gakushu no morri semacam villa di daerah pegunungan kota Annaka perfektur Gunma. Tak hanya tempat bermalam, di Villa Gakushu no morri rombongan  belajar cara makan orang Jepang, cara menggunakan futon/kasur ala Jepang, serta bermain bersama orang Jepang sembari saling bertukar kebudayaan antara Indonesia dan Jepang. Hal yang unik di Gakushu no morri adalah berbayar 100 yen untuk fasilitas AC selama 3 jam dan fasilitas mandi dengan shower dengan durasi air mengalir 3 menit

Hari kedua, Rombongan dan staff IIMS berkunjung ke beberapa tempat. Tempat pertama, kami diajak ke Poppo Town Railway di Annaka Gunma. Di sana kami diajak berkeliling musium kereta sembari belajar dan bermain terkait kereta api yang ada di Jepang. Setelah selesai berkeliling museum, rombongan melanjutkan perjalanan menuju salah satu sekolah yang ada di Jepang. Rombongan mengunjungi Daini Junior High School 2 Annaka Jepang. Disana kami diberikan kesempatan untuk belajar bersama siswa-siswi Jepang dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, tata boga, dan pelajaran IPS. Siswa -siswi peserta Student Exchange 2019 to Japan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan makanan khas Indonesia di kelas tata boga dan yang mendapatkan kesempatan untuk presentasi adalah Dustin dan Amare. Setelah presentasi rombongan diajak untuk melihat dan makan siang bersama dengan siswa Daini JHS. Pola makan siang di sekolah kebanyakan disediakan makanan oleh sekolah dan siswa secara bergiliran ditunjuk untuk menyiapkan dan melayani temannya. Setelah selesai makan siang, kami bergegas ke Haraichi Elementary School untuk melihat anak- anak SD secara bergotong royong membersihkan sekolahnya. Kegiatan membersihkan sekolah setelah pulang sekolah adalah hal wajar di sekolah Jepang, bahkan sekolah seluas 1 hektar hanya memiliki 1 petugas kebersihan. Setelah dari Haraichi Elementary School Perjalanan dilanjutkan ke  Daiso, wisata belanja serba 100 yen, di sana kesempatan untuk rombongan membeli oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia dengan harga serba 100 yen.

Hari ketiga, di Villa Gakushu no morri peserta Student Exchange 2019 to Japan kedatangan tamu beberapa keluarga Jepang untuk bermain bersama serta bertukar budaya. Keluarga Jepang yang datang tergabung dalam kelompok belajar bermain di luar sekolah yang disebut Manapal. Kegiatan diawali dengan penampilan perwakilan tarian tradisional dari siswa SMP Brawijaya Smart School, Amare Amodia Laksita Setiadi kelas 9C. Disusul dengan kegiatan game bersama antara keluarga Jepang dan siswa-siswi serta guru SMP Brawijaya Smart School. Setelah lelah bermain game kegiatan  dilanjutkan dengan membuat makan siang bersama yaitu sandwich khas Jepang. Kegiatan ditutup dengan presentasi mengenai Kota Malang yang disampaikan oleh Muhammad Dustin Hazeldo Tolle kelas 9E SMP Brawijaya Smart Shool. Menjelang sore hari rombongan dipertemukan dengan host family masing-masing untuk dijemput dan tinggal selama satu hari di rumah host family masing-masing.

Hari keempat, kami pindah ke hotel tradisional Jepang, Kojimaya In. Di sana peserta Student Exchange 2019 to Japan diajak untuk merasakan tinggal di rumah tradisional Jepang dan mandi secara tradisional ala Jepang yang disebut onsen, serta diberikan kesempatan untuk menggunakan baju tradisional Jepang, yukata.

Hari kelima, hari terakhir di Jepang peserta Student Exchange 2019 to Japan bersiap untuk kembali ke Indonesia melalui penerbangan di Bandara Narita Tokyo. Perjalanan ke Tokyo dari Stasiun Isobe Annaka Gunma ditempuh menggunakan kereta cepat, kurang lebih memakan waktu 2 jam dan dilanjutkan dengan menggunakan bis selama 3 jam untuk sampai di Bandara Narita. Perjalan pulang adalah perjalanan paling dramatis karena bertepatan dengan pasca terjadinya badai Taifun yang menyerang Tokyo dan sekitarnya, sehingga lalu lintas macet  sekali, hingga seharusnya rombongan sampai bandara jam 17.00 ternyata 18.45 dan masih tertahan di jalan. Pihak staf mengambil keputusan untuk sampai di bandara peserta Student Exchange 2019 to Japan harus berlari sekitar 2 km dari jalan raya menuju bandara.

Harapannya seluruh peserta Student Exchange 2019 to Japan dapat mengambil banyak pelajaran yang positif selama perjalanan bagaimana menghargai air, mengelola sampah serta menghargai perbedaan karena perbedaan antara negara dan budaya, bahkan jika ada perbedaan bahasa, itu bukanlah penghalang untuk makan nasi, tertawa bersama-sama dan mengisap udara yang sama.

Ervan sensei dan Arif sensei

Back to top