previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 11 September 2018, oleh smpbss, pada kategori Berita


MALANG KOTA – Siswa-siwsi SD dan SMP Brawijaya Smart School (BSS) berkesempatan mengunjungi Kota Annaka Jepang selama lima hari antara 29 Agustus-4 September lalu. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kerjasama antara SD-SMP BSS dengan President International Institute of Multicultural Studies (IIMS) Jepang.

Total ada 15 siswa yang mengikuti program kunjungan tersebut. Terdiri atas 7 siswa SD BSS dan 8 siswa SMP BSS mereka mendapatkan kesempatan itu setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Di Jepang Rombongan SD-SMP BSS lebih dulu mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Setelah itu, mereka menyambangi Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Di sana, rombongan disuguhi penampilan tarian melati dan sakura dari siswa SRIT yang diiringi musik angklung. “Suasana Indonesia-nya terasa kental sekali saat ada alunan musik angklung, rasanya kami jadi ikut rindu dengan Indonesia,” Kata Kepala SD BSS Hari Budi Setiawan.

Dari SRIT, rombongan lantas menginap di sebuah vila. Ada alasan mengapa vila yang dipilih bukannya hotel, “Anak usia sekolah memang tidak diperbolehkan menginap di hotel kalau tidak bersama orang tua kandungnya. Jadi, kami menginap di vila yang cukup luas ini, yang tempat tidurnya dengan alas lipat di lantai, “kata kepala SMP BSS Muchamad Arif.

Tak hanya mengunjungi SRIT, selama di Jepang mereka juga mengunjungi sejumlah sekolah lain. Fasilitas yang ada di sekolah Jeopang membuat mereka kagum.

Sebab ada sekolah yang luasnya sama dengan kampus di Indonesia. “Ada fasilitas studio musik yang lengkap dan megah, serta mereka punya stadion olahraga sendiri. Lengkap juga dengan kolam renangnya. Selain itu, sekolahnya bersih dan indah,” kara Kepala SD Hari Budi Setiawan.

Dalam kunjungannya, siswa juga ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar. Mulai dari belajar berhitung menggunakan bahasa Jepang hingga menjahit bandana.

Kemandirian memang hal yang ditanamkan kepada warga Jepang sejak masih usia dini. Itu juga terlihat ketika berada di supermarket.

Masyarakat Jepang terbiasa berbelanja melayani dirinya sendiri. Mulai dari memilih barang hingga mengemas barang belanjaannya. Pun demikian dengan budaya membuang sampah.

Raihan, Siswa kelas VI SD BSS mengaku sempat kaget ketika dirinya harus membawa tiga kantong plastik ke mana-mana. “Karena susah cari tempat sampah di sana. Jadi harus bawa kantong plastik sendiri dan dibedakan sesuai dengan jenis sampahnya.” kata dia

Kemudian, budaya mencuci tangan masyarakat Jepang juga patut ditiru. Mereka terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Hebatnya, setelah mencuci tangan, mereka mengelap wastafel itu sampai kering.

Tak hanya menginap di vila, siswa-siswi SD dan SMP BSS juga berkesempatan menginap di rumah-rumah keluarga Jepang. Siswa dibagi ke sejumlah rumah.
Selama tinggal bersama keluarga masyarakat Jepang, mereka melakukan banyak hal. Mulai dari jalan-jalan hingga membuat sushi. “Kami diajari membuat sushi sendiri dengan ikan salmon dan tuna. Tapi, rasanya jadi kangen banget dengan rawon, karena setiap hari disana makan sushi.” ujarnya.

Adapun hari terakhir di Jepang diisi dengan kunjungan ke Nasional Museum of Emerging Science and Innovation di Miraikan. Di tempat yang juga dikenal dengan nama Museum Masa Depan ini, para siswa belajar tentang berbagai macam teknologi termasuk soal robot. (del/cf/mf)

Radar Malang – Selasa, 11 September 2018

Facebook Comments

Back to top