previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 22 March 2018, oleh smpbss, pada kategori Berita

JAKARTA – Pilot project Samsung Smart Learning Class (SSLC) yang telah direalisasikan di empat sekolah bakal ditambah lagi. Targetnya, jumlahnya lembaga pendidikan yang akan mendapat bantuan fasilitas tersebut mencapai 40–50 sekolah. Kelas digital tersebut kian mendorong penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar di kelas.

Peresmian SSLC yang dilakukan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP di SMA Pangudi Luhur Jakarta Selatan Selasa (20/3). Fasilitas kelas digital tersebut juga diberikan kepada tiga sekolah lain di tiga provinsi berbeda. Yakni, Brawijaya Smart School Malang, SMA Plus Negeri 17 Palembang, dan SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar. Kelas yang memiliki fasilitas digital lengkap tersebut merupakan bagian dari kampanye kepedulian Samsung terhadap dunia pendidikan.

Vice President Samsung Electronics Indonesia Kang Hyun Lee menyatakan, komitmen dan kontribusi Samsung di dunia pendidikan salah satunya dengan mendorong penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar di kelas. Dia menjelaskan, SSLC merupakan ruang kelas berbasis teknologi informatika dan komunikasi (TIK) yang dilengkapi 31 unit Samsung Galaxy Tab A with Spen, 2 unit Smart TV 55”, perangkat kacamata Gear VR (virtual reality), dan koneksi internet. ”Dalam setiap unit ada digital e-learning yang disesuaikan dengan kurikulum dan dapat digunakan guru dan murid untuk mata pelajaran matematika dan sains,” jelasnya.

Beragam ilustrasi interaktif memang terlihat saat menggunakan Gear VR. Sensasinya seperti sedang menonton bioskop secara langsung. Nah, Lee menyatakan, sensasi tersebut diharapkan bisa mempermudah siswa mengerti maksud dari pelajaran. ”Ada aplikasi perpustakaan digital dan bimbingan belajar online juga. Seluruh aplikasi dilindungi platform Samsung KNOX yang memungkinkan sekolah untuk mengatur perangkat tablet agar sesuai dengan visi kelas digital sekolah dan memberikan perlindungan data di dalam tablet dari serangan malware,” imbuhnya.

Teknologi saat ini memang mutlak diketahui. Bahkan, 78 persen siswa Indonesia, Lee menyatakan, sudah siap dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Samsung, dia melanjutkan, akan memberikan kesempatan kepada murid yang belum sepenuhnya mampu menguasai IT untuk belajar dengan SSLC. Ke depan, Samsung akan luncurkan kegiatan yang sama untuk sekolah yang lebih banyak lagi. ”Second semester, kami akan tambah lagi kuotanya ke 40–50 sekolah di kota berbeda. Kami mendorong siswa dekat dengan teknologi. Ini bukan untuk Samsung, tapi kami dan pemerintah bersama maju untuk pendidikan Indonesia,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Brawijaya Smart School (BSS) Sugeng Rianto menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan paket yang diluncurkan tersebut. Dalam waktu dekat, BSS juga akan me-launching SSLC. ”Yang diharapkan BSS sebagai sekolah yang menerapkan teknologi, ada di Samsung,” pungkasnya.

Sumber: Radar Malang – Kamis, 22 Maret 2018

Facebook Comments

Back to top