previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow
Slider
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Ditulis pada tanggal 30 September 2017, oleh smpbss, pada kategori Berita, Kegiatan

WhatsApp Image 2017-09-29 at 18.26.46

MALANG KOTA – Untuk tingkatan SMP swasta dan negeri, tampaknya SMP Brawijaya Smart School (BSS) menjadi yang pertama di kota Malang yang menerapkan penilaian tengah semester (PTS) berbasis komputer. Kurang lebih 340 siswa dan siswi mulai kelas VII, VIII dan IX, mengikuti program kejujuran di sekolah yang juga bernaung di bawah  Universitas Brawijaya tersebut.

Kepala SMP BSS Muchammad Arif, S.Si,. M.Pd mengatakan, ini merupakan kali pertama mereka melakukan program PTS berbasis komputer. Menurut dia, program sebagai persiapan menuju ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tersebut dijalankan karena kelebihan yang ada. “Yang pertama keefektivitasannya. Katakanlah dari segi hasil, sudah bisa dilihat usai mengikuti ujian. Cepat sekali, tanpa harus menunggu terlalu lama,” ungkapnya.

Yang kedua, lanjut Arif, adalah menangkal adanya alasan pilihan jawaban yang tidak terdeteksi dan kendala pada acara pengerjaan konvensional lainnya. “Jadi, kami tidak ada lagi alasan jawaban tidak terdeteksi karena mulai pengerjaan hingga penentuan hasil full IT.  Dan yang paling pasti adalah hemat kertas,” ucapnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di 12 ruangan kelas. Untuk perangkatnya sendiri, masing-masing  ada yang menggunakan komputer sekolah dan ada yang menggunakan laptop siswa yang tersambung dengan koneksi wifi. Karena full IT, aplikasinya pun diprogram oleh tim pengembang IT (information technolgy atau teknologi informasi) sekolah sendiri. Aplikasi yang diberi kimedaka itu menyediakan akun tersendiri untuk para siswa maupun guru. “Melalui akun itu semua terintegrasi. Salah satunya dalam kegiatan PTS ini,” tandas Arif.

Sementara itu, selain efektif, PTS berbasis komputer ini juga pasti mengedepankan integritas para siswa. Kejujuran sangat dilatih agar mereka terbiasa. “Soal ujian tiap siswa berbeda. Mereka menerima secara acak. Jadi, tidak akan bisa mencontek teman sebelahnya. Kemudian, jika ada siswa yang membuka web browser untuk mencari jawaban, sistem server akan otomatis menguncinya setelah jendela web-nya terbuka sampai tiga kali,” terang Arif.

Harapannya, dengan program ini, para siswa bisa percaya diri dengan kemampuan mereka. “Yang utama adalah kejujuran mereka, apapun hasilnya,” ujar Arif. (oct/yn)

Sumber: Radar Malang, 30 September 2017

Facebook Comments

Back to top